Mewaspadai Kanker Serviks

Mewaspadai Kanker Serviks

Oleh: Dr. Hendrawan Kantawijaya, CH, CHt

Hai, Sahabat Tridharma

Pada bulan Juni 2017 yang lalu, dunia hiburan Indonesia kembali berduka atas kepergian artis yang cukup fenomenal. Yana Zein meninggal karena kanker payudara dan Julia Perez yang dikenal dengan Jupe meninggal karena kanker mulut rahim (kanker serviks). Ada banyak jenis kanker yang dapat menyerang tubuh manusia. Namun, pada edisi ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang kanker serviks.

Menurut kamus kedokteran Dorland’s, kanker diartikan sebagai pertumbuhan sel pada tubuh manusia yang tidak terkontrol. Pertumbuhan ini dapat menyebar ke sel-sel lain. Sedangkan serviks atau mulut rahim adalah bagian dari rahim yang merupakan penghubung dengan vagina. Sehingga, kanker mulut rahim diartikan sebagai keganasan yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada bagian mulut rahim.

Mewaspadai Kanker Serviks

Di Indonesia kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker terbanyak berdasar data dari Patologi Anatomi tahun 2010 dengan insidens sebesar 12,7%. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan RI saat ini, jumlah wanita penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks. Jumlah kasus kanker serviks menurun dalam 40 tahun terakhir karena meningkatnya kesadaran wanita untuk memeriksakan dirinya melalui pemeriksaan papsmear.

Penyebab kanker serviks diketahui adalah virus HPV (Human Papilloma Virus). Faktor risiko terjadinya kanker serviks antara lain: aktivitas seksual pada usia muda, berhubungan seksual dengan banyak pasangan, merokok, mempunyai anak banyak, sosial ekonomi rendah, pemakaian pil KB (dengan HPV negatif atau positif), penyakit menular seksual, dan gangguan daya tahan tubuh.

Mewaspadai Kanker Serviks

Pada umumnya, awal munculnya kanker belum memberikan gejala. Bila telah berkembang cukup lanjut, gejala yang paling umum adalah perdarahan saat berhubungan intim dan keputihan. Pada stadium lanjut, gejala dapat berkembang menjadi nyeri pinggang atau perut bagian bawah. Gejala lanjutan bisa terjadi sesuai dengan penyebaran tumor ke organ yang terkena.

Dengan diketahuinya virus HPV sebagai penyebab kanker ini, maka terjadinya kanker serviks dapat dicegah. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan pemberian vaksinasi HPV sedari kecil. Pemberian vaksinasi dapat membantu memberikan daya tahan tubuh. Untuk para wanita yang sudah menikah dan aktif secara seksual, disarankan untuk memeriksakan dirinya dengan papsmear.

Bila ada pertanyaan mengenai kanker mulut rahim dan vaksinasinya, silakan berkonsultasi ke dokter anda.

Be active, be healthy, and be happy.

Salam Tridharma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: