Ketika Agama Buddha Masuk ke Tiongkok

Ketika Agama Buddha Masuk ke Tiongkok

Oleh: Marga Singgih

Agama Buddha pertama kali datang ke Tiongkok pada jaman Dinasti Han di Istana Kaisar Ming (28 – 75 Masehi) pada tgl 30 – 12 – 68 M. Dan mencapai puncak nya pada Jaman Dinasti Tang (618 – 906 Masehi) dengan penyesuaian ke dalam budaya Tionghoa.

Bhiksu Bodhidharma / Tat Mo Co Su (470M – 543M) sebagai sesepuh ke 28 Agama Buddha datang ke Tiongkok pada tahun 520 M.

Bhiksu Xuan Zang (596 – 664 Masehi) ke Nalanda India untuk menyalin Kitab Suci dari bahasa Sansekerta ke Mandarin.

 

MAHA KASSAPA – PATRIAT ZEN

 

GE HONG (283-343 M)

Ge Hong adalah seorang alkemia Tiongkok dan filsuf Tao. Dia menerima pendidikan Konfusius tapi kemudian menjadi tertarik pada ajaran Tao tentang hidup abadi. Tulisan-tulisannya tentang ajaran Taoisme sangat berkaitan dengan etika Konfusius. Karya besar, Baopuzi, membahas alkimia, diet, kebersihan seksual, dan meditasi serta pentingnya prinsip-prinsip etika.

 

BODHI DHARMA / TAT MO CO SU (470–543 M)

Bodhi Dharma atau dikenal juga dengan nama Tat Mo Co Su adalah pelopor Buddhism Mahayana di Tiongkok. Beliau juga merupakan pendiri aliran Zen Buddhism dan ilmu bela diri shaolin.

 

HAN  YU (768–824 M)

Ia adalah seorang sastrawan besar pada zaman Dinasti Tang. Ia dijuluki gabungan dari Dante, Shakespeare,  Goethe. Prosa karangannya merupakan 8 Besar Prosa Master Dinasti Tang dan Song. Uniknya, Han Yu menentang ajaran Buddha. Bahkan saat kekaisaran sibuk mengurus kedatangan relik Buddha pada saat itu, Han Yu mengkritik keras pemerintahan yang membuat ia sempat bermasalah.

 

 Li Ao (772–836/841 M)

Ia adalah salah satu penggagas Neo Confucianism. Ia juga seorang sastrawan yang menulis prosa pada zaman Dinasti Tang. Pikirannya sangat dipengaruhi oleh ajaran Buddha.

 

  ZHOU  DUNYI (1017–1073 M)

Zhou Dunyi hidup pada zaman Dinasti Song. Pikiran pikirannya sangat mempengaruhi Zhu Xi. Zhou Dunyi juga filsuf pertama yang mempopulerkan konsep simbol Yin Yang.

Dia memiliki perspektif Taois terhadap alam. Ada cerita dari Zhou Dunyi mencintai rumput nya sehingga ia tidak akan memotongnya, memperkuat konsep bahwa manusia harus menghargai kehidupan di alam dan pentingnya non-aksi.

Zhou Dunyi diketahui telah mengatakan bahwa kualitas hidup terbaik adalah bahwa dari teratai murni tumbuh keluar dari perairan kotor, dimana teratai adalah setara alami dari orang yang mulia (junzi). Dia dikenal karena mengambil banyak ide dari Tao, Buddha dan Konghucu.

 

ZHU  XI (1130–1200 M)

Zhu Xi adalah seorang pelopor Neo Confucianisme yang paling produktif dan paling dikenal. Beliau juga mendirikan sekolah Neo Confucianisme.

 

ZHANG SAN FENG / THIO SAM HONG
(960-1279–1456 s/d 1464 M)

Zhang San Feng adalah seorang pemimpin Tao yang diyakini telah mencapai keabadian baik dari akhir Dinasti Song (960 – 1279), Dinasti Yuan (1271 – 1368) atau Dinasti Ming 1368 – 1644). Konon kabarnya ia hidup hingga berusia 300 tahun.

Nama aslinya adalah Zhang Junbao sebelum ia menjadi seorang Pendeta Tao. Sebagai pahlawan budaya legendaris, Zhang Sanfeng dianggap oleh praktisi modern yang menciptakan konsep Neijia, lembut, seni bela diri internal, khususnya taijiquan sebagai hasil dari sinkretisme Neo-Konfusianisme dan Chan Buddha (Zen).

Shaolin adalah seni bela diri dengan penguasaan prinsip Tao Tao Yin (Neigong). Dengan begitu ia mempraktekkan ketiga ajaran (Tridharma) secara bersamaan dan dapat dikatakan sebagai salah satu tokoh Tridharma. Ia juga dikaitkan dalam legenda dengan biara-biara Tao di Gunung Wudang di Provinsi Hubei.

 

WANG YANG MING (1472–1529 M)

Wang Yang Ming adalah penerus aliran Neo Confucianism setelah Zhu Xi. Ia juga mendalami meditasi Buddhis dan mendirikan sekolah Neo Confucianism bernama Yao Jiang School.

 

Lin Chao En (1517–1598 M)

Lin Chao En hidup pada zaman Dinasti Ming. Beliau adalah tokoh pertama yang menyebut istilah San Jiao / Sam Kauw / Tiga Ajaran. Beliau juga tokoh yang mengenalkan istilah Sam Kauw it Lee / Three  Teachings are one. Beliau membuat sekolah San Jiao  School.