Deng Yuan Shuai / Lei Gong

Deng Yuan Shuai / Lei Gong

Deng Yuan Shuai / Lei Gong – 雷公 聖誕 9月 初 9日

Jendral langit Deng Hua (邓 化) adalah salah satu dari beberapa Jendral Guntur yang penting di divisi guntur langit (雷 部). Dalam beberapa konteks lain, dia juga dikenal sebagai Deng Cheng (邓 成), Deng Zhong (邓忠) atau Deng Bian (邓 燮).

Deng Yuan Shuai / Lei GongDeng Hua dilahirkan di Zaman Dinasti Jin (生于 j 晋朝 年 间 – 266 – 420M) di Provinsi Jiang Xi, kota Nan Chang (中国 江西省 南昌市). Setelah tahun pertama pernikahan ibu Deng Hua(gkk), nyonya Hua, tidak bisa mengandung anak dan kemudian, suatu hari, dengan dorongan dari suaminya, pasangan tersebut mengunjungi kelenteng San Qing (三清殿) di propinsi Jiang Xi di Gunung he Ming (江西 鹤鸣山). Setelah tiba di kelenteng/kuil, nyonya Hua mulai merasa perasaan yang tidak nyaman, namun karena tujuannya memberikan penghormatan ke San Qing, ia melanjutkan kegiatannya di kelenteng. Setelah memberikan persembahan, nyonya Hua melanjutkan ke Altar Utama di mana terdapat patung San Qing, dia dengan tulus menyalakan dupa dan berlutut ke di depan Altar, sewaktu ia berlutut, Chang Shou Wan Ming Deng (长寿 万 明灯) Lampu minyak, mengeluarkan suara keras dan membuat dia segera mengangkat kepalanya untuk melihat Lampu tersebut, nyonya Hua melihat sinar yang berputar & terang yang dipancarkan dari Lampu dan masuk ke perutnya, setelah sinar lampu memasuki perutnya, nyonya hua merasa bergetar dan dalam beberapa detik, ia pingsan di depan Altar. Tanpa buang waktu, Tuan Deng lalu membawa nyonya hua pulang . Setelah sampai di rumah, Tuan Deng memanggil seorang shinshe ke rumah mereka untuk melakukan pengecekan pada keadaan Nyonya Hua dan shin she memberitahukan bahwa Nyonya Hua sedang hamil selama 3 Bulan.

Pada suatu malam, Nyonya Hua mempunyai mimpi, melihat anak kecil berwarna hijau berjalan ke arahnya dan kemudian, menyelinap masuk ke perutnya. Dengan ngeri, dia bangun segera dan menyampaikan mimpi tersebut kepada suaminya. Setelah menebak-nebak mimpi , keduanya memutuskan untuk mengunjungi Kuil San Qing lagi pada 15 lunar (capgo).

Segera, tgl 15 (capgo) tiba. Keduanya bangun pagi-pagi dan mempersiapkan diri untuk berkunjung ke ke kelenteng. begitu mereka berdua berjalan masuk ke dalam wilayah Gunung He Ming, seorang pendeta Tao mendekati mereka. Setelah membungkuk dan menyapa kepada Pasangan tersebut, pendeta tao itu memberikan ucapan selamat kepada pasangan tersebut karena mereka akan memiliki Anak yang Luar Biasa, Pasangan tersebut lalu tertegun dan dalam kebingungan, kemudian mereka melanjutkan untuk berdoa berharap apa yang diucapan pendeta tersebut jadi kenyataan.

Waktu berlalu dan 10 bulan telah berlalu. Pada pagi Hari ke-5 dari Lunar 5 Bulan, Ibu hua merasakan sakit tremedous dalam perutnya dan dalam beberapa saat, Deng Hua lahir. Pada saat kelahirannya keluar sinar hijau yang dipancarkan dari rumahnya tembus ke Langit, sebagian besar tetangga dikejutkan oleh adegan ini dan segera, rumah mereka ramai didatangi orang-orang.

Setelah mengetahui bahwa Deng Hua lahir, tetangga memberikan ucapan selamat pada tuan Deng dan berkomentar bahwa Deng Hua mungkin seseorang yang istimewa di masa depan.

Delapan Tahun berlalu. Satu Hari, ketika Deng Hua berada di hutan bersama dengan ayahnya, pendeta Tao yang sama muncul didepan mereka. Segera berlari menuju Deng hua pendeta tao kemudian memberi hormat didepan deng hua dan memanggilnya Master. Tuan Deng terkejut dengan reaksi tesebut dan menjadi bingung. Setelah pendeta menjelaskan kepadanya tentang asal usul deng hua yang terlahir dari Dewa Guntur dan kini terlahir sebagai Deng Hua, tuan Deng merasa sangat senang, pendeta tersebut lalu meminta agar Deng hua menjadi Muridnya, tuan Deng setuju dan membiarkan deng Hua pergi mengikuti Guru-Nya tinggal di kuil demi menjalani pelatihan.

Dalam waktu 8 tahun, Deng Hua diajarkan Semua Keterampilan spiritual yang sangat penting seperti Lei Fa (雷 法), Fu Fa (符 法) dan ramalan. Pada usia 16, Deng Hua disuruh oleh gurunya untuk pulang kembali ke rumahnya sendiri. Dengan perasaan sedih dan dan berat, Deng Hua harus berangkat dan berpisah dengan gurunya dan pulang kembali ke rumahnya.

Dalam perjalanan pulang, ia melewati kuil yang belum pernah terlihat sebelumnya di masa lalu. Dengan penasaran, ia pergi ke kuil dan memeriksa siapa Dewa Utama di kuil tersebut. baru saja ia melangkah ke menuju ke dalam kuil, ia merasakan bahwa Energi Negatif yang sangat kuat memancarkan keluar dari Altar. Deng Hua memutuskan untuk membuka Mata ke-3 untuk memeriksa Misteri Energi tersebut. baru saja ia akan melakukannya, sebuah tiupan energi Hitam tiba-tiba terbang ke arahnya dengan suara yang keras, maka hembusan energi Hitam menghantam ke Dahi Deng Hua. Dengan terkejut dan reflek, Deng Hua membacakan mantra agar mata ke 3 nya tetap terbuka selamanya di Dahinya. tapi ternyata sudah terlambat untuk membuat perubahan dan sebagainya, Deng Hua terpaksa harus menerima tiupan angin tersebut, Segera setelah mata ke 3 nya terbuka, ia melihat bahwa Semua Patung telah dirasuki oleh Roh Pegunungan, Hutan dan rumput. Mengetahui bahwa Roh tersebut berada di sini untuk mengganggu kedamaian orang awam/orang biasa dan akan mengambil hawa Energi Positif dari Orang normal, Deng Hua benar-benar terganggu oleh motif-motif mereka dan,kemudian dia membuat mantra Spiritual memanggil Lima azimat Guntur (五雷 召 号), Deng Hua menyerukan kepada dewa guntur dari Departemen guntur untuk tiba di kuil dan menghancurkan kuil tersebut dengan segera.

Setelah menerima Perintah, para Dewa Guntur tiba di Kuil dalam beberapa saat dan dengan atas Perintah Deng Hua, kuil dihancurkan oleh gelegar gemuruh guntur yang sangat luar bisa kerasnya,setelah Kuil yang di kuasai roh Jahat dihancurkan, kota mereka kembali damai. Dalam rangka untuk berterima kasih- pada Deng hua, masyarakat awam kemudian sepakat membuat kontribusi dan membangun sebuah kuil mendedikasikannya untuk Deng Hua di tempat di kuil bekas yang di kuasai oleh roh jahat tersebut.

Kembali ke rumah setelah Menghancurkan kuil yang dikuasai roh jahat, Deng Hua menemukan bahwa kedua orang tua-nya telah meninggal dunia akibat Wabah penyakit yang terjadi di kota kelahirannya. Dengan kesedihan dan rasa kekecewaan, Deng Hua memberikan penghormatan yang terakhir di altar kedua orang tua-nya dan kemudian, kembali ke tempat tinggal Gurunya.

Pada usia 36, suatu hari ketika Deng Hua berada di lapangan dan sedang mempraktikkan-keterampilan spiritualnya, gelegar suara petir yang keras terdengar dari atas dan sebuah cahaya bersinar emas menuju pada dirinya dan dia dipanggil kembali ke Istana langit. Pada saat mengikuti cahaya Emas tersebut naik ke Istana langit, ia berpaling dan melihat kebawah bahwa Tubuh fisik nya masih ada di tempat lapangan tersebut dan sekarang, ia telah berubah kebentuk yang lain dan berWajah berwarna Hijau (青 面), bermulut Burung (雷公 嘴), Tiga Mata (三眼) Dan rambut berwarna merah (赤 发).

Setelah tiba di Istana langit,Deng hua dituntun untuk memberikan penghormatan pada Kaisar Langit (玉皇 大 天尊). dan dengan Segera, Deng Hua mendengar bahwa Kaisar Langit meng-anugerahkan Deng hua dengan titel Ying Yuan Bao Yun Miao Hua Zhen Jun (应 元 保 运 妙 化 真君), Guang Miao Heng Tian Yan Zhen Da Yuan Shuai (光妙橫天演真大元帥) dan berkedudukkan di divisi Lima petir dan menghilangkan segala kejahatan & iblis.

Julukkan/titel resmi lainnya diberikan kepadanya di Era yang berbeda, julukkan seperti itu:

  • Wu Hua Deng Jiang Jun (五花鄧將軍)
  • Dong Fang Tie Bang Kao Gui Deng Yuan Shuai (東方鐵棒拷鬼鄧元帥)
  • Lei Ting Zhu Ling Deng Tian Jun (雷霆主令鄧天君)
  • Lei Ting Du Du Yuan Shuai Deng Bian (雷霆都督元帥鄧燮)

Kedudukan dewa petir merupakan suatu kelompok yang di isi oleh Leizu (datuk geledek), Leigong (pangeran geledek), Fengbo (pangeran angin), Dianmu (ibu kilat), terakhir adalah Yushi (malaikat hujan).

 

Sumber: Taysengbio Manado