Tai Yi Jiu Ku Tian Zun

TAI YI JIU KU TIAN ZUN 太乙救苦天尊 .

Tai Yi (Thay It — Hokkian) adalah salah satu Dewata Taoisme yang punya kedudukan tinggi. Sesungguhnya pemujaan alam semesta yang banyak dilakukan oleh Taoisme. Sebab itu Tai Yi disebut-sebut sebagai Penguasa Lima Sorga, roh suci dari bintang kutub dan kesatuan alam semesta. Nama Tai Yi secara harfiah memang berarti Maha Tunggal atau Kesatuan Yang Agung. Tapi dalam jajaran Dewata Taoisme, Tai Yi dipersonifikasi sebagai Tai Yi Zhen Ren (Thay It Cin Jin — Hokkian).

Sebagai Dewata yang punya kedudukan tinggi Tai Yi banyak muncul dalam legenda-legenda. Dalam novel Feng Shen misalnya, Tai Yi muncul sebagai guru Ne Zha yang kemudian membantu Jiang Zi Ya mengalahkan pasukan Zhou Wang. la juga muncul sebagai tamu utama dalam suatu pesta Buah Persik yang diadakan oleh Xi Wang Mu seperti yang dituturkan dalam novel Xi You Ji. Kisah lain mengatakan bahwa ia hidup pada jaman kaisar legendaris Shen Nong Kaisar Shen Nong, yang kemudian diangkat sebagai Dewa Pengobatan, pernah mengunjunginya untuk bertukar pikiran tentang penyakit dan penyembuhannya. Tai Yi juga menjabat sebagai penasehat Pengobatan dari Kaisar Huang Di. Pengetahuannya tentang pengobatan ini perlu diturunkan kepada generasi-generasi berikutnya .

Sebagai Dewa Bintang Kutub, Tai Yi tinggal di Istana Timur, selalu mendengar ratapan orang-orang yang menderita. Karena seringnya memberikan pertolongan, ia mendapat sebutan kehormatan “Tai Yi Jiu Ku Tian Zun” yang berarti “Maha Dewa yang paling terhormat dan penolong kesengsaraan”. Sering ditampilkan dalam berbagai bentuk dibeberapa daerah, tapi yang paling terkenal adalah penampilannya sebagai seorang pertapa tua, berwajah ramah, membawa cabang pohon Yang Liu dan mengendarai bunga teratai. Dengan bunga teratainya itu, konon ia mengantarkan orang-orang yang menderita ke tempat yang aman. Dan dengan cabang Yang Liu memercikkan air suci yang berisi ajaran-ajaran kebajikan ke dunia.

Pemujaan Tai Yi rupa-rupanya dimulai pada masa pemerintahan tahun kaisar Han Wu Di (140 – 86 SM) dari dinasti Han. Hari lahirnya diperingati pada tanggal 11 bulan 11 Imlik.

Dikutip dari buku Dewa – Dewi Kelenteng .
hal 87 – 88 .

Sumber: Taysengbio Manado