Nabi Lo Cu / Lau Tze – Pelopor Ajaran Taoisme

Nabi Lo Cu / Lau Tze
Pelopor Ajaran Taoisme

Nabi Lo Cu dilahirkan dan hidup di Tiongkok bagian utara. Sebagian dari masa hidupnya, ia menjadi ahli sejarah dan seorang pembimbing bagian arsip pemerintah di Kota Lok Yang, ibukota Kerajaan Dinasti Chow.

Pekerjaan dalam perpustakaan itu memberikan kesempatan baik untuk lebih banyak belajar. Ketika ia mengutarakan pandangan-Nya tentang filsafat dan agama, Ia memperoleh penghargaan dan kehormatan dari banyak orang sehingga mereka menyebutnya Lo Cu / Lau Tze yang berarti ahli filsafat tua, guru tua, putra tua, atau sahabat tua.

Nama aslinya Lie Jie / Lie Erl. Lie adalah nama keluarga dan Jie / Erl adalah nama kecil. Lie Jie dilahirkan pada tanggal 15 bulan 2 (imlek) tahun 571 SM.

Lie Jie mempunyai seorang istri dan seorang putra bernama Tsong. Tsong kemudian menjadi Jendral di negeri Wei dan diangkat menjadi pangeran dengan diberikan tanah. Anak Tsong adalah Cu. Anak Cu adalah Kong. Cucu dari cucu Kong adalah Sia. Sia memegang jabatan pada Kaisar Siao Wen dari kerajaan Han. Anak Sia yang bernama Sie menjadi penasehat Raja Ang dari negeri Siao Si (merupakan bagi dari negeri Chi) dan kemudian Sie berserta keluarganya pindah ke Chi.

Ketika Nabi Lo Cu berusia ± 90 tahun, kala itu pemerintah kacau. Sedih karena kecenderungan orang untuk mengambil manfaat dari kebaikan yang diajarkannya, dan berusaha mencari kedamaian yang lebih besar, akhirnya Nabi Lo Cu meninggalkan Kota Lok Yang, menunggang seekor kerbau pergi ke arah barat yaotu ke daerah yang sekarang disebut sebagai Tibet. Di lembah Hankao, seorang penjaga gerbang / tapal batas bernama Yin Si yang merasakan watak luar biasa Nabi Lo Cu itu berusaha untuk membujuknya kembali. Karena usahanya itu tidak berhasil, ia mohon pada Nabi Lo Cu agar untuk setidak-tidaknya meninggalkan suatu catatan tentang apa yang dipercayainya bagi kebudayaan yang sedang ditinggalkan itu. Hal itu disetujui oleh Nabi Lo Cu. Ia beristirahat selama tiga hari dan kembali dengan sebuah buku kecil yang memuat 5.000 huruf Tionghoa yang terdiri dari 81 (delapan puluh satu) syair atau bagian. Buku kecil tersebut berjudul To Tek Keng / Tao Te Cing yang berarti Kitab Jalan Kebenaran Tao. Dan To Tek Keng itu diberikan kepada Yin Si, Nabi Lo Cu pun meninggalkan propinsi itu, sejak saat itu Nabi Lo Cu tak pernah terdengar lagi kabar berita.

To Tek Keng merupakan kitab kecil yang pada isinya, penuh kenyataan. To Tek Keng ditulis dalam gaya bahasa khas yang luar biasa dan mampu menyuguhkan pelbagai rupa penafsiran. Ide sentralnya berkaitan dengan masalah To / Tao.

To Tek Keng itu merupakan suatu kesaksian dari keserasian manusia dengan alam semesta ini, dapat dibaca sampai selesai dalam waktu setengah jam atau pun sepanjang hidup kita. Dan sampai hari ini, To Tek pemikiran To / Tao.

 

Sumber: Buku Kisah Para Suci, Terbitan BAKTI : 2011